Awal Januari lalu, saya memutuskan untuk 'benar-benar'
Move On to Linux. Keputusan ini saya ambil karena memang dari dulu sudah menginginkan untuk berhijrah ke sistem operasi yang bersifat open source ini. Sebelumnya, tahun lalu saya pernah menggunakan Linux Deepin 12.06. Namun karena masih terdapat beberapa kekurangan akhirnya saya kembali menggunakan Windows dan 'gagal'
move on ke Linux sampai akhirnya muncul update-an terbaru dengan nama
Linux Deepin 2013 yang langsung menarik perhatian saya.
 |
| Tampilan Desktop Linux Deepin yang menggunakan DDE desktop |
Alasan Menggunakan Linux Deepin 2013
Untuk user yang baru belajar menggunakan Linux, saya sarankan untuk menggunakan distro asal negeri tirai bambu ini karena dari segi tampilan tidak jauh berbeda dengan Windows. Linux Deepin merupakan turunan dari Ubuntu sehingga akan cukup familiar dalam hal pengoperasian bagi kalangan pengguna Linux (karena Ubuntu merupakan distro yang popular). Secara pribadi, alasan untuk menggunakan Linux Deepin lebih kepada dukungan hardwarenya. Jika sistem operasi Linux yang saya gunakan sebelumnya (Ubuntu, Linux Mint, BackBox, Crunchbang) sering terjadi masalah di touchpad (laptop saya ASUS X401U), di Linux Deepin ini touchpad berjalan dengan baik bahkan secara default mendukung fungsi
touchpad seperti pada Windows
(two-finger-scrolling,
horizontal-scrolling,
two-finger-tap, dll) sehingga saya tidak harus mengganti konfigurasi yang 'agak' merepotkan tersebut.
It is a good one.
 |
| Desktop Launcher |
Aplikasi Penunjang Perkantoran (Office)
Karena dari pertama kali belajar komputer sudah dibiasakan untuk menggunakan aplikasi Microsoft Office dalam menunjang kegiatan perkantoran (ketik-mengetik, presentasi, dll), seseorang biasanya akan susah
move on untuk menggunakan Linux yang notabennya tidak menyediakan aplikasi Microsoft Office. Namun, berkat kerja keras dan dukungan
Kingsoft Office Software (China) yang tidak lain adalah penyedia aplikasi office gratis, aplikasi perkantoran yang hampir sama dengan Microsoft Office pun hadir di Linux dengan nama WPS Office (Kingsoft Office).
I'm very grateful to him.
 |
| Kingsoft Office Writer - Tandingan Microsoft Office Word (Serupa tapi tak sama) |
Something Special
Saya yakini bahwa (tim) developer Linux Deepin benar-benar niat dalam membuat dan mengembangkan distro ini. Hal tersebut terlihat dari aplikasi original Linux Deepin yang tersedia dalam paket instalasi, antara lain DMusic (Deepin Music Player), DPlayer (Deepin Media Player), Deepin Software Center, Deepin Game Center, DSnapshot, dan Deepin Terminal. Selain itu, Linux Deepin tidak menggunakan desktop environment popular seperti GNOME, KDE, LXDE, Xfce, dll melainkan
desktop environment buatan sendiri yaitu DDE (Deepin Desktop Environtment), hasil tweaked GNOME 3.
 |
| DMusic - Pemutar Musik di Linux Deepin |
 |
| DPlayer - Media Player di Linux Deepin sedang Memutar Sebuah Video (The Kings of Summer) |
 |
| Deepin Terminal - Menyediakan Fitur Workspace |
 |
| Deepin Software Center dengan Tampilan yang Menarik |
 |
| Deepin Game Center (Masih Didominasi Game-game Berbahasa China) |
Performa
Berikut adalah perbandingan performa Linux Deepin dengan distro lain (dikutip dari:
Linuxed)
Yap!, sebenarnya masih banyak yang perlu dieksplor dari Linux Deepin ini, namun saya rasa sudah cukup untuk kali ini. Itulah pendapat saya mengenai Linux Deepin 2013 setelah mencobanya, bagaimana dengan kamu?
Jika tertarik, bisa langsung kunjungi website resminya di tautan ini -->
Linux Deepin.
Tidak ada komentar: